3 kali mogok dalam 12 hari, LRT Palembang 95 persen produk lokal

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

3 kali mogok dalam 12 hari, LRT Palembang 95 persen produk lokal

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) proyek LRT Palembang mencapai 95 persen. Menurutnya, proyek ini adalah sebuah capaian yang tidak bisa ditemukan di proyek lainnya.

Atas kejadian tiga kali mogok dalam kurang dari dua minggu, Budi minta maaf dan akan melakukan evaluasi secara maksimal.

"Saya minta maaf atas kejadian ini. Ini bukan excuse (berdalih), memang LRT Palembang upaya kami memberanikan diri untuk segera menggunakan produk dalam negeri," katanya di Jakarta, Selasa (14/08/2018).

Ia mengatakan, jika hanya ingin mencari aman, dengan mudah bisa saja pemerintah memilih perusahaan lain seperti Hyundai. Namun, keinginan pemerintah untuk mendukung produk dalam negeri menjadi hal yang utama.

"Saya sebagai pemilik proyek, kalau mau aman, saya tunjuk saja Hyundai, harga relatif sama dan tidak usah pusing. Tapi memang keinginan kami produk dalam negeri ini bisa jalan," katanya.

Budi melanjutkan, keberanian kedua yang dilakukan pemerintah adalah masa uji coba operasional LRT terlalu cepat sehingga belum optimal digunakan.

Menurut dia, dibandingkan proyek MRT Jakarta yang masa pengujian (commissioning) bisa mencapai enam bulan, proyek LRT Palembang hanya menjalani pengujian dua minggu.

"Bukan saya excuse, Ini kami ditarget operasional 2018. Saya memberanikan diri mendorong teman-teman agar `commissioning` dua minggu. Teman-teman menolak tapi saya bilang ini harus dilakukan," ujarnya.

Oleh karena itu, Budi meminta maaf kepada masyarakat atas beberapa masalah yang terjadi.

Ia mengakui berdasarkan identifikasi sementara, dua mogok pertama terjadi karena ada kesalahan standar operasional prosedur (SOP) dan mogok ketiga terjadi karena alasan teknis.

"Oleh karena itu, saya sudah tugaskan kepada semua pemangku kepentingan baik Kemenhub, Waskita, LEN, INKA, untuk benar-benar menjaga semua instalasi dengan baik. Insya Allah bisa berjalan dengan baik dan tidak ada kejadian seperti itu," pungkasnya.

Sejak resmi beroperasi membawa penumpang pada 23 Juli 2018, pada 1 Agustus 2018, LRT Palembang berhenti mendadak di dua kilometer sebelum Stasiun Jakabaring akibat pintu tidak dapat ditutup lantaran sensor keselamatan sangat sensitif.

Kemudian pada 10 Agustus 2018, LRT juga berhenti mendadak di Stasiun Bumi Sriwijaya karena VDU (Vehicle Display Unit) tidak dapat membaca posisi kereta.

Lalu kejadian serupa kembali terjadi saat LRT Palembang membawa ratusan penumpang pada Minggu (12/8) sore.

Terhadap tiga kejadian ini, dilakukan evakuasi penumpang karena kejadian kereta berhenti telah melebihi 20 menit. Penumpang kemudian digiring petugas melintasi jalur pejalan kaki yang ada di sisi rel yang aman dari arus listrik untuk menuju stasiun terdekat, seperti sempat viral di media sosial.

Mardani dapat tugas kawal suara emak-emak
Menangkan Prabowo atau Buni Yani masuk bui
Anak berbohong, bagaimana mengatasinya?
Berhasil jatuhkan Ahok, Buni Yani masuk tim Prabowo
Terpental dari motor, Lorenzo salahkan Marquez
Timses Jokowi jamin dana kampanye halal
Kubu Prabowo waspadai Jokowi gunakan fasilitas negara
Fadli Zon usul pendukung Jokowi diberi sanksi
DPR serukan solusi permanen terkait tumbal nyawa suporter sepakbola
Kubu Prabowo kembali ganti nama koalisi
Ketum Golkar sebut aksi pendukung Jokowi bentuk spontanitas masyarakat
Kubu Jokowi: Amien Rais jangan paranoid
Indonesia Properti Expo 2018 targetkan calon pelangan dari pasangan menikah dan milenial
SBY walk out kampanye karena \
Patahan Lembang, si cantik yang siap meluluhlantakkan Bandung
Fetching news ...