Kemendagri pesimis perekaman e-KTP rampung sebelum Pemilu 2019

REPORTED BY: Insan Praditya

Kemendagri pesimis perekaman e-KTP rampung sebelum Pemilu 2019 Kementerian Dalam Negeri RI

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Zudan Arief Fakrullah mengatakan pihaknya pesimis dengan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) rampung sebelum Pemilu 2019. Sebab, menurutnya masyarakat kurang proaktif datang ke Dinas Dukcapil untuk melakukan perekaman.

"Kalau melihat dari yang 4 juta itu kalau peran serta masyarakat yang seperti sekarang saya kok tidak optimis bisa selesai karena setiap kali jemput bola itu sedikit masyarakat yang datang saat kita melakukan perekaman dan yang datang ke dinas dukcapil juga sedikit," kata Zudan saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (13/03/2019).

Zudan mengatakan peran masyarakat dalam perekaman e-KTP merupakan faktor penting bagi masyarakat untuk mendapatkan hak pilihnya pada Pemilu 2019 nanti. Ia mengaku pihaknya sudah melakukan upaya untuk menyelesaikan target perekaman e-KTP hingga menjemput bola ke wilayah terdalam.

"Sudah jemput bola sampai ke pulau-pulau terluar sampai ke pegunungan sampai ke pelosok-pelosok kami menunggu juga peran lebih proaktif dari masyarakat yang belum melakukan perekaman untuk segera melapor karena apa ini menjadi salah satu faktor penting untuk bisa melakukan proses pencoblosan di tanggal 17 April," ujarnya.

Selanjutnya, Zudan mengatakan pihaknya sedang menelusuri penyebab 4 juta warga yang belum terdata dalam e-KTP. Ia mengatakan kemungkinan 4 juta warga tersebut berada di luar kita atau bahkan sudah meninggal dunia.

"Yang terus kita dalami sebenarnya yang 4 jutaan itu ada di mana apakah ada di luar negeri, apakah ada di luar kota, bahkan sudah meninggal dunia tetapi belum dilaporkan. ini yang harus kita lakukan, updating data," pungkasnya.

Kubu Jokowi: Ujian Nasional harus dipertahankan
Aksi ambil untung buat IHSG rentan terkoreksi
Fadli Zon nilai ujian nasional tak selesaikan persoalan standardisasi pendidikan
KPU nilai debat ketiga lebih kondusif dibanding debat kedua
Golkar nilai debat cawapres tak seimbang, Ma'ruf Amin jauh lebih menguasai
Kubu Prabowo nilai Ujian Nasional pantas dihapus
Allah lebih memihak perempuan?
Politisi Demokrat desak audit lingkungan di Pulau Wawonii dan Kabaena
Bautista kembali menangi balapan kedua WSBK Thailand
Penjelasan Bank Mandiri soal surat tagihan perusahaan Prabowo
Infrastruktur langit Ma'ruf Amin sempat buat penonton debat tertawa spontan
Bamsoet: Kalau tidak ada UN, kualitas pendidikan akan timpang
Hari ini, IHSG diprediksi terkoreksi wajar
Cara mutusin hubungan dengan baik
DPR RI berhasil dorong isu diskriminasi muslim Ulghur di Parlemen OKI
Fetching news ...