Terlibat hoaks, Tengku Zulkarnain didesak mundur dari MUI

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Terlibat hoaks, Tengku Zulkarnain didesak mundur dari MUI Tengku Zulkarnaen

Massa yang tergabung dalam Jaringan Insan Muda Indonesia (JIMI) berunjuk rasa di depan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Menteng Jakarta Pusat mendesak dilakukannya evaluasi terhadap posisi Tengku Zulkarnain karena tidak mampu menjaga marwah ulama dengan ikut menyebar hoaks politik.

"Kenapa informasi 7 kontainer surat suara tercoblos yang ternyata hoaks itu ditelan mentah-mentah yang belum tentu kebenarannya lalu disebar dan menimbulkan kegaduhan. Ini bukan karakter ulama, mestinya tabayun terlebih dulu dengan kontak KPU," tegas Kordinator aksi JIMI, Faris saat berorasi, Kamis (10/1/2019).

"Tengku Zulkarnain ini anggota MUI atau corong parpol, apa corongnya Prabowo. MUI harus berbenah jika ingin menjaga marwah MUI, jangan biarkan citra MUI tercoreng dengan sosok Tengku Zulkarnain," kata dia lagi.

Sebelumnya, cuitan hoaks Tengku Zulkarnain terkait surat suara yang tercoblos itu viral, tetapi tiba-tiba lenyap dari lini masa. Namun, cuitan tersebut sempat terdokumentasi.

"7 kontainer surat suara Pemilu yang didatangkan dari China sudah tercoblos untuk pasangan nomor 01? (Menyebut salah satu stasiun TV, red). Nampaknya Pemilu sudah dirancang untuk curang? Kalau ngebet banget apa tidak sebaiknya buat surat suara permohonan agar capres yang lain mengundurkan diri saja? Siapa tahu mau," tulis akun @ustadtengkuzul.

Faris menilai manuver Tengku Zulkarnain kali ini menjadi blunder. Kata Faris, Tengku Zulkarnain lupa bahwa dirinya adalah anggota MUI yang seharusnya tidak boleh terlalu jauh terlibat politik praktis.

"Kita positif thingking saja, jangan-jangan Tengku ini terinspirasi dengan gaya-gayanya Fahri Hamzah dan Fadli Zon yang sudah ketipu hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet. Kok masih saja diulangi. Kalau mau jadi politisi mending lepas jabatanmu di MUI, sangat tidak pantas menjadi panutan umat," tuturnya.

Faris berharap MUI bisa diisi oleh figur-figur yang bisa membawa kedamaian dan kesejukan, bukan kebencian dan permusuhan. 

"Rekam jejaknya kan kelihatan dengan materi ceramah yang dibawakan kerap menyinyir dan memprovokasi jamaah agar membenci pemerintahan Jokowi. Sangat miris sekali MUI kok diisi orang demikian, bukannya sampaikan ceramah sejuk dan damai," tambah dia.

"Kami sarankan kepada Ustadz Tengku Zulkarnain lebih baik anda keluar dari MUI, lebih baik bergabung dengan partai pro Prabowo seperti PKS, Gerindra atau PAN. Kami butuh ulama menyejukkan bukan provokator," tegas dia lagi.

Siapa dalangnya?

Usai berorasi di depan kantor MUI, massa melanjutkan aksi dengan menyambangi Gedung Bareskrim Mabes Polri. Mereka memuji kinerja Polri karena berhasil mengungkap kasus hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos dengan menetapkan Bagus Bawana Putra sebagai tersangka pembuat konten (kreator) dan pendengung (Buzzer) berita bohong tersebut.

Bagus ditangkap di Sragen, Jawa Tengah, pada 7 Januari 2018.

"Polri jangan takut, rakyat di belakangmu. Usut tuntas kasus hoaks di Republik ini," kata Faris.

Lebih lanjut, Faris menyarankan para pelaku dan penyebar hoaks diberikan efek jera supaya bisa menjadi pelajaran dan tidak terulang kembali. Kendati demikian, kata Faris, masyarakat sudah semakin cerdas dengan permainan pihak yang sengaja membuat konten bohong jelang Pemilu ini.

"Hoaks Ratna Sarumpaet sudah, Hoaks selang cuci darah sudah, kini hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos berikutnya apalagi coba? Publik kita sudah cerdas, siapa biang keroknya di balik ini," tegasnya lagi.

Dia mengingatkan masyarakat tidak mudah diadu domba dengan beredarnya informasi yang belum jelas nilai kebenarannya dan tak disertai data.

Foto: Massa JIMI berorasi di depan sekretarian MUI

PKS harap pemerintah tak politisasi pembebasan Abu Bakar Ba'asyir
Fadli Zon optimis Prabowo lampaui elektabilitas Jokowi
Bamsoet imbau TNI-Polri netral dalam pemilu
IHSG siap melaju naik karena sentimen eksternal
DPR apresiasi mundurnya Edy dari ketua umum PSSI
Ahok bebas, apa pengaruhnya pada Pilpres?
Sindir Jokowi, Fahri Hamzah: Tukang cukur jangan diajak selfie, dikasih modal
Kubu Jokowi: Jangan pilih pemimpin berengsek
Golkar yakin keunggulan 9 persen akan menangkan Jokowi
Gerakan Santri Madura ajak rakyat tolak calon pemimpin penyebar hoaks
TKN: aksi Jokowi cukur di Garut bentuk konsistensi
DPR sarankan Eddy Rahmayadi konsentrasi jadi gubernur
Fadli Zon nilai pembebasan Abu Bakar Ba'asyir untuk raup simpati umat Islam
Armada Rusia incar kapal perusak AS di Laut Hitam
AS dan sekutu hancurkan masjid dengan jet tempur
Fetching news ...