Tanggapi #Sandiwara Uno, PAN: TKN sebaiknya fokus pada kebijakan dan program

REPORTED BY: Insan Praditya

Tanggapi #Sandiwara Uno, PAN: TKN sebaiknya fokus pada kebijakan dan program Anggota Dewan Kehormatan PAN, Drajad Wibowo

Anggota Dewan Kehormatan PAN, Drajad Wibowo menyarankan kepada koalisi Jokowi-Maa'ruf untuk fokus kepada issue kebijakan dan program capres-cawapres di pilpres 2019, ketimbang harus 'nyinyir' terkait tuduhan sandiwara Sandiaga Uno yang mendapat pengusiran ketika berkampanye di Kota Pinang, Sumatra Utara.

"Saya pribadi malas dengan clebang-clebung politik yang tanpa substansi kebijakan seperti ini. Sebaiknya teman-teman dari parpol pendukung Pak Jokowi fokus saja pada isu kebijakan," ujarnya ketika dihubungi wartawan, Jumat (14/12/2018).

Lebih lanjut, Drajad mengatakan Koalisi Jokowi seharusnya fokus kepada target pertumbuhan ekonomi dan keamanan. Menurutnya, masih banyak janji yang belum terpenuhi di era pemerintahan Jokowi. 

Menurutnya, substansi tersebut akan jauh lebih baik dibicarakan ketimbang harus menyerang pihak lawan dengan kampanye negatif.

"Misalkan memberi penjelasan yang benar, mengapa target pertumbuhan 7% gagal dicapai? Mengapa pertumbuhan ekonomi stagnan, tidak meroket? Mengapa penciptaan lapangan kerja lebih jelek dari zaman Pak SBY? Mengapa pengambilalihan Freeport belum tuntas juga? Mengapa pekerja proyek Trans Papua tidak terjamin keamanannya? Jelasnya

"Debat mengenai substansi kebijakan ini akan jauh lebih produktif dan bermanfaat bagi rakyat banyak," lanjutnya.

"Inilah jadinya kalau berpolitik dilandasi suuzan (prasangka buruk). Politik jadi berisi curiga terus, disertai ucapan negatif,".

Sebelumnya, Sekjen PDI-Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyoroti peristiwa 'pengusiran' Sandiaga lewat poster di Kota Pinang, Sumut. Kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai kejadian itu sebagai rekayasa sendiri dari tim Prabowo-Sandiaga. Momen itu viral dan dianggap sebagai upaya rekayasa tim Prabowo-Sandiaga bermain playing victim. 

"Kita juga nggak tahu sandiwaranya yang mana. Kan masyarakat melihat. Ketika (poster) itu mau dilepas, kemudian ada yang melarang di dalam (video) itu. Kan itu keanehan yang muncul. Itu akhirnya kan muncul itu hashtag (tagar). Nggak tahu dari mana, tapi berarti publik kan merespons 'Sandiwara Uno' itu," ujar Hasto di kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta pusat, Kamis, (13/12/2018).

PKS harap pemerintah tak politisasi pembebasan Abu Bakar Ba'asyir
Fadli Zon optimis Prabowo lampaui elektabilitas Jokowi
Bamsoet imbau TNI-Polri netral dalam pemilu
IHSG siap melaju naik karena sentimen eksternal
DPR apresiasi mundurnya Edy dari ketua umum PSSI
Ahok bebas, apa pengaruhnya pada Pilpres?
Sindir Jokowi, Fahri Hamzah: Tukang cukur jangan diajak selfie, dikasih modal
Kubu Jokowi: Jangan pilih pemimpin berengsek
Golkar yakin keunggulan 9 persen akan menangkan Jokowi
Gerakan Santri Madura ajak rakyat tolak calon pemimpin penyebar hoaks
TKN: aksi Jokowi cukur di Garut bentuk konsistensi
DPR sarankan Eddy Rahmayadi konsentrasi jadi gubernur
Fadli Zon nilai pembebasan Abu Bakar Ba'asyir untuk raup simpati umat Islam
Armada Rusia incar kapal perusak AS di Laut Hitam
AS dan sekutu hancurkan masjid dengan jet tempur
Fetching news ...