Reforma Agraria era Jokowi dinilai di lajur yang benar

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Reforma Agraria era Jokowi dinilai di lajur yang benar

Ketua Umum Serikat Tani Nasional (STN) Ahmad Rifai menyatakan setelah kepemimpinan Soekarno, mewujudkan reforma agraria seperti jauh pangang dari api. Saat rezim Orba yang dipimpin Soeharto, Indonesia menjadi lahan subur untuk ekspansi kapitalis global dan korporasi-korporasi lokal untuk menguasai kepemilikan lahan. 

Menurutnya, di era Jokowi, rakyat harus memuji ketegasan mantan Gubernur DKI itu yang telah menandatangani Perpres No 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria pada 24 September 2018. Persoalan agraria di Nusantara merupakan suatu keharusan untuk diperbaiki, setelah sudah lama bias bahkan tidak dipedulikan hingga kapitalis global menguasai.

"Pak Jokowi sangat memahami apa yang namanya reforma agraria. Jadi reforma agraria ini harus didukung sepenuhnya oleh rakyat," tegas Ketua Umum Serikat Tani Nasional (STN) Ahmad Rifai.

Hal itu mengemuka dalam diskusi publik bertema "Reforma Agraria Zaman Now" di Comic Cafe Jalan Tebet Raya Jakarta Selatan, Senin (10/12/2018).

Lebih lanjut, Ahmad Rifai berharap Jokowi bisa lebih berani melakukan reforma agraria dari yang lembut hingga ke arah yang lebih fundamendal. 

"Jadi, harus lebih berani menyelesaikan konflik agraria, yang semakin hari semakin bertambah. Kemudian melakukan redistribusi tanah ke rakyat," jelasnya.

Kendati demikian, kata Ahmad Rifai, dari kebijakan tersebut pastinya ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan. Namun, lanjut dia, kebijakan pemerintah dalam hal legalisasi dan sertifikat tentu memiliki banyak manfaat bagi rakyat.

"Rakyat mendapatkan akses permodalan, kemudian terjamin dalam kepastian hukum atas kepemilikan lahan, serta mengurangi sengketa warga atas kepemilikan tanah," tambah dia.

Di tempat yang sama, Roy Septa Abimanyu, Staf Ahli Madya Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP mengaku reforma agraria bukan hal baru tapi agenda itu sudah cukup lama dan dimulai tahun 1960 yakni UU Pokok Agraria. Namun, Roy memastikan kebijakan reforma agraria di kepemimpinan Jokowi berbeda dari rezim sebelumnya. 

"Di era Presiden Jokowi, masyarakat mendapat lahan agraria dan membangun kekuatan ekonomi masyarakat," jelas Roy.

Yang dilakukan pemerintah saat ini, masih menurut Roy, adalah memberikan keadilan dan perubahan nasib yang awalnya masyarakat menjadi buruh tani dan sekarang justru menjadi pemilik. 

"Pemerintah juga membantu berupa modal dan bantuan bibit, atau dalam bentuk pelatihan," tandasnya.

PKS harap pemerintah tak politisasi pembebasan Abu Bakar Ba'asyir
Fadli Zon optimis Prabowo lampaui elektabilitas Jokowi
Bamsoet imbau TNI-Polri netral dalam pemilu
IHSG siap melaju naik karena sentimen eksternal
DPR apresiasi mundurnya Edy dari ketua umum PSSI
Ahok bebas, apa pengaruhnya pada Pilpres?
Sindir Jokowi, Fahri Hamzah: Tukang cukur jangan diajak selfie, dikasih modal
Kubu Jokowi: Jangan pilih pemimpin berengsek
Golkar yakin keunggulan 9 persen akan menangkan Jokowi
Gerakan Santri Madura ajak rakyat tolak calon pemimpin penyebar hoaks
TKN: aksi Jokowi cukur di Garut bentuk konsistensi
DPR sarankan Eddy Rahmayadi konsentrasi jadi gubernur
Fadli Zon nilai pembebasan Abu Bakar Ba'asyir untuk raup simpati umat Islam
Armada Rusia incar kapal perusak AS di Laut Hitam
AS dan sekutu hancurkan masjid dengan jet tempur
Fetching news ...