Bongkar intrik Ma'ruf Amin, Mahfud masih dukung Jokowi?

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Bongkar intrik Ma'ruf Amin, Mahfud masih dukung Jokowi? Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2013) Mahfud MD

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto optimistis Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2013) Mahfud MD akan tetap mendukung duet Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pemilihan Presiden 2019 mendatang. 

"Kami meyakini semua bersama-sama. Pak JK sebagai wakil presiden yang selama ini mendampingi Pak Jokowi. Semua bersama-sama bergandengan tangan," ucap Hasto di kantor DPP NasDem, Jakarta, Rabu (15/08/2018).

Hasto membantah apa yang terjadi pada Mahfud melambangkan ketidaksolidan dari koalisi inkumben Jokowi. Menurutnya, hal itu adalah bagian dari dinamika politik.

"Itulah dialektika yang terjadi. Hak yang wajar apalagi Pak Jokowi menyatukan pemimpin yang merakyat. Akhirnya, semua melihat bagaimana Ma'ruf hadir sebagai pengayom beliau betul-betul bersatu dengan seluruh komponen masyarakat," kata Hasto.

Hasto menambahkan selama ini Ma'ruf Amin sudah berdialog dengan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri dan juga Mahfud MD.

"Banyak yang lupa Kiai Ma'ruf itu selama lebih dari setahun telah berdialog bersama. Bertemu Bu Mega, Pak Sutrisno, kemudian Pak Mahfud, dan Syafii Maarif,"lanjutnya.

Dialog antara elit politik dan ulama ini menurut Hasto selama satu tahun terakhir membahas bagaimana nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan lagi bagi bangsa dan negara.

"Semua berdialog memikirkan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Semuanya sepakat bagaimana Pancasila ini harus di bumikan," pungkasnya.

Ancaman Ma’ruf

Sebelumnya, Mohammad Mahfud MD mengatakan pemilihan calon wakil presiden pendamping Jokowi pada detik-detik diwarnai ancaman dari PBNU atas arahan Ma'ruf Amin.

"Robikin yang menyatakan [ancaman] dan yang menyuruh itu kiai Ma'ruf Amin. Bagaimana saya tahu kiai Ma'ruf Amin? Muhaimin yang bilang ke saya," ungkap Mahfud saat berbicara di acara Indonesian Lawyer Club yang disiarkan TV One, Selasa (14/8).

Pemilihan cawapres Jokowi memang sempat menuai kontroversi. Pasalnya, nama Mahfud yang pada detik terakhir pengumuman paling santer akan dipilih Jokowi, tiba-tiba tersingkir. Jokowi akhirnya memilih Ma'ruf sebagai cawapresnya.

Mahfud menceritakan kronologi di balik tersingkirnya dia pada detik terakhir jelang pengumuman nama cawapres.

Menurut Mahfud, berdasarkan cerita dari Muhaimin, pada Rabu (8/8) atau satu hari sebelum pengumuman cawapres Jokowi, ada pertemuan di Kantor PBNU antara Kiai Ma'ruf Amin, Ketua PBNU Said Aqil Siroj, dan Ketua PKB Muhaimin Iskandar.

"Terus saya tanya gimana tuh main ancam-ancam? Itu yang nyuruh kiai Ma'ruf," kata Mahfud menirukan pengakuan Muhaimin kepada dirinya.

Mahfud melanjutkan bahwa pertemuan di PBNU digelar tak lama setelah ketiganya dipanggil Jokowi ke Istana untuk diminta masukan soal nama cawapres. Dalam pertemuan di istana, Mahfud mengatakan bahwa Jokowi tak menyebut nama-nama untuk dipilih.

"Ketemulah tiga orang ini di PBNU dan berkesimpulan bahwa mereka bukan calonnya karena waktu dipanggil tak disebut calon. Lalu mereka sepertinya marah-marah membahas, kemudian kiai Ma'ruf (bilang) 'Kalau begitu kita nyatakan kita tak bertanggungjawab secara moral atas pemerintahan ini kalau bukan kader NU yang diambil [jadi cawapres]'. Ini kata Muhaimin," kata Mahfud melanjutkan.

Pada hari Rabu itu, salah satu Ketua PBNU Robikin Emhas memang sempat mengeluarkan pernyataan kepada media terkait cawapres Jokowi. Dalam pernyataannya Robikin mengatakan bahwa warga Nahdliyin merasa tak punya tanggung jawab moral jika kader NU tidak menjadi cawapres Jokowi.

Kader NU yang dimaksud Robikin tidak termasuk nama Mahfud karena pada hari yang sama Said Aqil menyatakan bahwa mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu bukan kader NU.

Kata Mahfud setelah pernyataan Robikin itu sejumlah tokoh NU membantahnya. Namun berdasarkan cerita Muhaimin kepada dirinya, Mahfud mengatakan pernyataan itu memang ada.

"Robikin bilang begitu ke pers. Ini kata Muhaimin. Didikte kalimatnya oleh kiai Ma'ruf, 'begini, loh, Robikin'," kata Mahfud.

Di acara yang sama, Ketua DPP PKB Lukman Edi mengatakan terpilihnya Ma'ruf sebagai cawapres tidak melalui mahar atau negosiasi politik. Saat Cak Imin diundang ke Istana, kata Lukman, Ketum PKB itu hanya menyampaikan tiga hal kepada Presiden Jokowi.

Pertama pemerintahan atau Presiden Jokowi harus memperhatikan kondisi umat hari ini. Kedua, Jokowi dalam memilih cawapres harus memikirkan hasil survei sebagai bentuk ukuran rasional. Ketiga, meminta mantan Wali Kota Solo itu untuk melaksanakan salat istikharah untuk memilih calon wakil presidennya.

Kubu Jokowi: Tema debat ketiga Ma'ruf Amin jagonya
Demonstran ancam duduki KPK jika tak minta maaf ke Enembe
PDIP sebut biaya kampanye Jokowi di Pilgub DKI Jakarta untuk iklan Prabowo
Kubu Jokowi nilai kubu Prabowo inkonsisten soal penguasaan lahan
DKPP berhentikan tiga penyelenggara Pemilu
Bamsoet: Milenial jadi target perang proxy narkoba
Depak Dani Pedrosa, CEO KTM sebut pikiran Honda dangkal
Peneliti LIPI beber fungsi ulama sebagai jembatan nilai positif di Pemilu 2019
Refleksi Hari Keadilan Sosial Sedunia bagi perempuan
IHSG diprediksi menguat ke 6.500
Gerindra: Prabowo bukan penguasa lahan negara
PKS: Tak perlu buang waktu tentukan wagub DKI
Fadli Zon tuding Jokowi bohong terkait impor jagung
Prabowo sebut penahanan Ahmad Dhani dilatari dendam politik
Kubu Prabowo tuding pernyataan Jokowi soal jalan desa tak sesuai fakta
Fetching news ...