Waskita Karya, BUMN infrastruktur dengan utang tertinggi

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Waskita Karya, BUMN infrastruktur dengan utang tertinggi

Total utang seluruh BUMN (Badan Usaha Milik Negara) per September 2018 mencapai Rp5.271 triliun, yang di dalamnya 10 BUMN saja menyumbang Rp4.478 triliun atau 84,9% dari total utang. Jadi, utang dari 105 BUMN lain adalah Rp793 triliun.

Angka utang tersebut terungkap saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) direksi BUMN dengan Komisi VI DPR RI. Rapat membahas utang milik perusahaan plat merah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dipaparkan dalam RDP di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (3/12/2018) itu, utang BUMN karya atau yang membidangi infrastruktur dipimpin oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), yang pada kuartal ketiga 2018 mencapai Rp102 triliun.

Angka tersebut naik dibandingkan utang perseroan pada akhir 2017 yang senilai Rp75,14 triliun. Angka itu naik 1.064 persen dari utang 2013 sebesar Rp6,45 triliun. Rata-rata pertumbuhan tahunan utang Waskita sebesar 87 persen. Angka besar tersebut menempatkan Waskita masuk ke dalam 8 besar BUMN dengan utang tertinggi.

Namun, Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro menegaskan BUMN masih memiliki kesanggupan membayar utang dengan aman.

"Dari 10 BUMN dengan utang terbesar dapat disimpulkan relatif menunjukkan kesanggupan membayar utang jangka panjang dan pendek serta dapat dikatakan aman," jelasnya. 

Dipaparkan Aloysius, sebenarnya utang 10 BUMN tersebut secara riil sebesar Rp1.731 triliun.

"Total liabilitas kita di 10 besar itu kalau saya jumlah Rp4.478 triliun. Tapi ada 4 bank dan 1 asuransi. Yang benar benar utang Rp1.731 triliun," katanya dalam konferensi pers sehari setelah RDP tersebut.

Angka Rp 1.731 triliun didapatkan setelah dikurangi dana pihak ketiga (DPK), cadangan, dan utang usaha. Sementara yang dihitung hanya utang berbunga.

Untuk menjaga keuangannya, beberapa BUMN telah menerbitkan surat utang melalui pasar modal dalam bentuk instrumen Medium Term Notes(MTN), obligasi domestik, maupun global bonds.

Sementara itu, Waskita Karya bakal menjual 18 ruas tol pada 2019 untuk menutup utang tersebut.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk bakal menjual 18 ruas tol miliknya mulai tahun depan secara bertahap. Setidaknya, Waskita berencana melepas kepemilikan 2 ruas tol trans-Jawa di 2019.

"(Total yang mau dijual) 18 ruas. Kita mau divestasi semua, cuma bertahap mana. Mungkin kombinasi, tapi itu kan teknis," kata Dirut Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra.

Beberapa ruas tol yang akan dijual tahun depan, yaitu Tol Pejagan-Pemalang dan Pemalang-Batang, yang akan ditawarkan kepada badan usaha jalan tol (BUJT), bukan hanya Jasa Marga selaku BUJT milik negara. Pihaknya bakal melepas ke badan usaha yang tawarannya dianggap menguntungkan.

Gusti, mengatakan alasan menjual tol karena memang Waskita Karya hanya sebagai developer, bukan operator.