Ideas Sport

Tunggak gaji pemain, masih jadi penyakit klub Indonesia

REPORTED BY: Andika Pratama

Tunggak gaji pemain, masih jadi penyakit klub Indonesia

Permasalahan telat membayar gaji pemain masih menjadi penyakit klub-klub Indonesia. Mereka dengan seenaknya menunda pembayaran gaji pemain hingga berbulan-bulan. Hal ini makin memperburuk citra persepakbolaa tanah air.

Kasus telat pembayaran gaji pemain bukanlah hal baru di sepak bola Indonesia. Beberapa musim lalu, persoalan ini juga marak. Bahkan, klub-klub besar seperti Persija Jakarta, Arema FC, dan Persebaya Surabaya juga sempat telat membayar gaji pemain.

Ternyata, klub-klub Indonesia tidak pernah belajar dari masa lalu. Pada musim ini, cerita memilukan itu kembali terjadi. Persih Tembilahan mengalami krisis keuangan yang membuat klub berjuluk Harimau Rawa itu telat menggaji para pemainnya hingga berbulan-bulan.

Menurut keterangan Save Our Soccer (SOS), Persih belum memberikan gaji kepada pemainnya sejak dimulinya Liga 2 Indonesia. Para pemain dipaksa bak pekerja rodi atau romusha di era penjajahan Jepang. Tidak tahan dengan sikap manajemen, pemain pun mencurahkan isi hatinya kepada SOS.

"Persih tidak memberikan gaji pemain sejak awal musim. Mereka sempat menyatakan mundur ditengah jalan, tiba-tiba kembali bermain entah malaikat mana yang membuat mereka kembali bertanding," kata koordinator SOS, Akmal Marhali kepada Rimanews, Kamis (10/8/2017).

Pemain takut melapor

Menurut Akmal, para pemain takut melapor terkait penunggakan gaji karena adanya ancaman dari manajemen klub. Mereka takut tidak bisa bermain sepak bola lagi.


(sms pemain Persih Tembilahan soal keterlambatan pembayaran gaji)

"Ini sudah menjadi tradisi pemain kita, giliran sudah kejadian baru melapor. Manajemen klub kita ini seperti preman," tegasnya.

Akmal menjelaskan bahwa permasalahan gaji pemain ini sebenarnya ranah Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPi). Ia pun berharap APPI bisa mengambil peran dalam menuntaskan kasus tertundanya gaji pemain.

Penundaan gaji pelanggaran serius

Penundaan gaji merupakan pelanggaran serius karena sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan Pasal 95 ayat (2) yang berbunyi: Pengusaha yang karena kesengajaan atau kelalaiannya mengakibatkan keterlambatan pembayaran upah, dikenakan denda sesuai dengan persentase tertentu dari upah pekerja/buruh. Persentase denda ini diatur oleh pemerintah (Pasal 95 ayat [3] UUK) dalam Pasal 19 PP 8/1981.

Penunggakan gaji klub yang notabene entity commercial. Penunggakan gaji di kompetisi sepak bola profesional penyebab utama rusaknya sistem kompetisi yang sehat profesional dan Bermartabat.

Keterlambatan gaji juga jadi pintu masuk Match Fixing yang merusak mental, moral, fairplay dan sportivitas kompetisi.

Klub Liga 1 dan 2 yang telat bayar gaji

Selain Persih, menurut Akmal, ada sejumlah klub di Liga 1 dan Liga 2 yang juga telat membayar gaji pemain. Dari Liga 2 ada Persipon Pontianak dan Persekaba Badung. Sedangkan, di Liga 1 ada Persegres Gresik yang sudah dua bulan tidak menggaji pemainnya.

Sementara itu, Arema FC juga dilaporkan menunggak gaji para pemainnya. Isu mencuat setelah menajemen Singo Edan memutuskan kontrak bek asal Lebanon, Jad Noureddine

Pansus angket DPR tidak benci KPK
Cara mudah memiliki kualitas tidur yang baik
32 jamaah haji wafat karena sakit jantung, Pemerintah RI harus lakukan ini
Berjuanglah sampai titik darah penghabisan!
Beranikah KPK hadir di sidang Hak Angket?
Fetching news ...