Program penguatan peran perempuan perlu ditularkan ke Afganistan

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Program penguatan peran perempuan perlu ditularkan ke Afganistan “Kemenag mendukung penuh upaya menjadikan program-program implementatif ormas-ormas Islam perempuan di Indonesia untuk diadopsi di Afghanistan,” - Lukman Hakim Saifuddin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan dukungan penuh diseminasi program penguatan peran perempuan yang sudah berjalan di Indonesia untuk dijalankan di Afganistan.

“Kemenag mendukung penuh upaya menjadikan program-program implementatif ormas-ormas Islam perempuan di Indonesia untuk diadopsi di Afghanistan,” terang Menag Lukman usai menghadiri Simposium Nasional "Peran Ibu untuk Perdamaian" di Jakarta, Senin (04/12/2017).

Kegiatan yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-89 ini digagas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang dihadiri juga oleh ibu negara Afganistan Rula Ghani sebagai pembicara kunci. Rula Ghani selama ini dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap kaum perempuan, khususnya dalam upaya menjaga perdamaian.

Selain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohanna Yembise, tampak hadir juga Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Duta Besar Afganistan untuk Indonesia Roya Rahmani dan Anggota OASE Kabinet Kerja. Menlu dan Menteri PPPA telah melakukan MoU dengan Pemerintah Afganistan.

“Sejak dua tahun lalu, kami telah membangun masjid di Kabul yang juga berfungsi sebagai Islamic Centre yang menebarkan nilai-nilai kedamaian dan harmoni,” sambung Menag.

Sebelumnya, Menteri PPPA Yohanna Yambise dalam sambutannya berharap Menag Lukman dapat melakukan kerja sama dengan Afganistan terutama berkaitan dengan peran ulama perempuan dalam mendorong proses perdamaian.

Dalam kesempatan yang sama, Yohanna mengajak supaya kaum perempuan dapat berperan dalam pembentukan karakter dan menumbuhkan rasa cinta perdamaian di keluarga dan masyarakat.

"Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan bahwa keluarga adalah lingkungan paling pertama untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian. Maka itu saya mengajak ibu-ibu rumah tangga, dalam rangka Hari Ibu untuk kita semua bangkit dan menjadi peace maker di dalam keluarga kita masing-masing," ujar Menteri PPPA Yohanna Yambise.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Gusti Kanjeng Ratu Hemas yang memberikan paparan mengenai Penyelesaian konflik dalam pendekatan kultural, best practice gerakan masyarakat sipil di RT dan RW untuk mencegah penikahan usia anak lesson learn di Yogyakarta. Narasumber lainnya adalah Surya Kamaruzzaman (Presidium Balai Syura Ureung Inong Aceh dan Dosen Unsiyah Aceh) yang membawakan tema "IBU" Sekolah pertama untuk membangun dan merawat perdamaian. 

Hadir juga sebagai narasumber, Yenny Wahid (Wahid Foundation) yang membawakan paparan dengan judul Pelibatan Komunitas Lintas Agama dan Kalangan Masyarakat untuk Merawat Kebhinekaan. Juga ada Siti Noorjannah Djohantini (Ketua PP Aisyah) yang membahas tentang Peran Organisasi Keagamaan Perempuan dalam Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Sementara Ninik Rahayu memaparkan Perlindungan dan Penanganan Perempuan dan Anak Korban KDRT.

Kegiatan ini diikuti 500 peserta yang mayoritas adalah perempuan dari berbagai organisasi masyarakat, organisasi perempuan dan Kepala Dinas di lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dari seluruh Indonesia, akademisi dan peneliti.

Potret generasi wacana
Babat habis kasus korupsi Setya Novanto, kini dr. Bimanesh Sutarjo resmi dipenjara
MKD tidak akan persulit proses penggeledahan ruangan Eni Maulani Saragih
Jokowi akui bertemu TGB bicarakan cawapres
Generasi muda harus berdaya juang tinggi
Sofyan Basir dinilai ketat pilih kontraktor di proyek PLN
Agus Hermanto bantah PDIP ajak dukung Jokowi di Pilpres 2019
Deretan fakta Piala Dunia 2018
Tol Solo-Ngawi diresmikan, Jokowi: pembuka jalur merak-banyuwangi
Sederet fakta Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih tersandung kasus korupsi
Mencari advocat berkualitas, puluhan perwira Polri ikut bersaing
Mengenal sindrom Peter Pan
Selain tunjangan kinerja, kesejahteraan TNI - Polri perlu diperhatikan
Bacaleg PKS banyak mundur, begini tanggapan Fahri Hamzah
Fokus jadi Mensos, Idrus Marham tak nyaleg
Fetching news ...