Mengkaji Islam Jawa

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Mengkaji Islam Jawa

Sejumlah dosen dan peneliti Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) berkumpul di IAIN Tulungagung. Mereka melakukan kajian bersama atas hasil penelitian tentang Islam Jawa.

Ahli Filologi IAIN Surakarta Islah Gusmian, misalnya, membahas kekayaan naskah Islam Jawa. Menurut peneliti produktif tersebut, naskah klasik Islam Jawa sangat kaya. "Sayangnya khazanah ini belum banyak dieksplorasi oleh kita," tegas Islah di Tulungagung, Selasa (12/12/2017). 

Islah mengajak PTKI memberikan perhatian lebih terhadap kekayaan naskah Indonesia. Menurutnya, apa yang sekarang banyak dikaji sesungguhnya sudah ditulis oleh ulama masa lalu. Metode kontemporer membaca Al-Quran misalnya, juga sudah banyak diulas di naskah-naskah klasik.

Islah menambahkan, penelitian naskah membutuhkan pendekatan baru yang lebih kontekstual. Naskah tentang pengobatan Jawa misalnya, penting dikembangkan dengan melibatkan ahli kesehatan.

"Pendekatan integrasi semacam ini penting agar khazanah klasik tetap kontekstual dan mampu menjawab tantangan zaman," paparnya. Riset yang dihasilkan dari manuskrip diharapkan berdaya guna, memiliki kekuatan mengubah dan memiliki energi menggerakkan.

Pembicara lainnya, Direktur Institute for Javanese Islam Research (IJIR) IAIN Tulungagung Akhol Firdaus yang memaparkan sejarah IJIR  dan riset yang dilakukan. Menurutnya, IJIR lahir sebagai ikhtiar membangun keunggulan Jurusan Akidah dan Filsafat Islam(AFI). Islam Jawa adalah salah satu topik yang dikaji secara serius oleh IJIR.

Pembicara lainnya adalah Abdul Aziz yang memaparkan makalah bertajuk "Syaikh Basyaruddin dan Jaringan Ulama Mataraman". Selain itu, narsum lainnya adalah Gedong Maulana Kabir dengan makalah "Ekspresi Beragama Islam: Sintesis Mistik Pesisir Selatan" dan Anis Maykur, dengan makalah "Penelitian Berbasis Budaya Lokal: Perspektif Teoretis dan Kebijakan".

Menurut Anis Masykur, riset yang mengangkat budaya lokal sangat penting untuk dikembangkan. Sebab. banyak sumber lokal yang belum tersentuh. “Justru peneliti asing yang memanfaatkannya," paparnya sembari mengajak para dosen dan peneliti untuk lebih serius mengembangkan riset berbasis budaya lokal sebagai bagian keunggulan PTKI.

Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Muhammad Zain menilai kajian Islam Indonesia memang tidak bisa mengabaikan Islam Jawa. Menurutnya, Islam Jawa adalah bagian penting dari perjalanan sejarah Islam Indonesia. 

“Islam Jawa sudah seharusnya dikaji secara serius. Jangan sampai kita memahami Islam Jawa dari sudut pandang orang luar semata," tuturnya. 

Mendorong kapabilitas tenaga kerja
Samsung luncurkan ponsel terbaru
Cara mengunjungi laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra
Klaim keberhasilan pembangunan di perbatasan
Jangan biarkan pulau dimiliki asing
Fetching news ...