Ibu dan bayi perempuannya tewas karena dokter mabuk

REPORTED BY: Insan Praditya

Ibu dan bayi perempuannya tewas karena dokter mabuk Ilustrasi dokter operasi

Seorang ibu dan bayi perempuannya meninggal dunia di India, setelah ditangani oleh dokter yang melakukan operasi Caesar dalam keadaan mabuk.

Ibu tersebut bernama Kaminiben Chanchiya (22), keluarganya membawanya ke Rumah Sakit Sonavala yang dikelola pemerintah di distrik Botad. Di sana, Dr. Paresh Lakhani ditugaskan untuk melakukan proses persalinan.

Chanchi memerlukan operasi Caesar, yang berarti proses persalianannya melalui operasi bukan melalui proses persalinan biasa seperti kebanyakan bayi. Namun, bayi itu meninggal saat lahir, dan ibunya mengeluarkan banyak darah.

Merasa cemas, kerabat Chanchi mencoba memindahkannya ke klinik swasta, tetapi dia meninggal dalam perjalanan. Kerabatnya kemudian kembali ke rumah sakit dan menelepon polisi, menuduh Lakhani melakukan kelalaian dan mabuk.

"Polisi menemukan bahwa dokter sedang mabuk ketika sedang bertugas. Dia pertama kali ditangkap di bawah Undang-undang minuman keras dan ditangkap. Sampel darahnya dikirim untuk diuji," kata Inspektur Polisi Botad Harshad Mehta spada Kamis (29/11/2018).

Mehta mengatakan bahwa anggota keluarga dari almarhum wanita telah menuduh dia meninggal karena kelalaian medis.

"Kami telah meminta komite Rumah Sakit T T Bhavnagar untuk menyelidiki penyebab pasti kematiannya. Jika komite menemukan kelalaian, kami akan mendakwakan pelanggaran terpisah terhadap dokter," tuturnya.

"Sesuai dengan pedoman Mahkamah Agung, hanya komite yang dipimpin oleh seorang ahli bedah sipil yang dapat menentukan tuduhan kelalaian. Jika laporan itu positif, kami akan mendakwanya," katanya lagi.

Lakhani (50) adalah dokter senior yang telah bertugas selama 15 tahun di Rumah Sakit Sonavala.

PKS harap pemerintah tak politisasi pembebasan Abu Bakar Ba'asyir
Fadli Zon optimis Prabowo lampaui elektabilitas Jokowi
Bamsoet imbau TNI-Polri netral dalam pemilu
IHSG siap melaju naik karena sentimen eksternal
DPR apresiasi mundurnya Edy dari ketua umum PSSI
Ahok bebas, apa pengaruhnya pada Pilpres?
Sindir Jokowi, Fahri Hamzah: Tukang cukur jangan diajak selfie, dikasih modal
Kubu Jokowi: Jangan pilih pemimpin berengsek
Golkar yakin keunggulan 9 persen akan menangkan Jokowi
Gerakan Santri Madura ajak rakyat tolak calon pemimpin penyebar hoaks
TKN: aksi Jokowi cukur di Garut bentuk konsistensi
DPR sarankan Eddy Rahmayadi konsentrasi jadi gubernur
Fadli Zon nilai pembebasan Abu Bakar Ba'asyir untuk raup simpati umat Islam
Armada Rusia incar kapal perusak AS di Laut Hitam
AS dan sekutu hancurkan masjid dengan jet tempur
Fetching news ...