Kopassus harus miliki kemampuan perang proksi

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Kopassus harus miliki kemampuan perang proksi

Prajurit Komando Pasukan Khusus TNI AD diharapkan memiliki kemampuan untuk menghadapi perang proksi yang kini telah menyebar ke seluruh dunia pada usia yang memasuki 66 tahun.

"Perang proksi yang kini menyebar di seluruh dunia juga harus menjadi pengetahuan yang dikuasai prajurit Kopassus," kata pengamat militer Susaningtyas NH Kertopati, di Jakarta, menanggapi peringatan HUT ke-66 Kopassus TNI AD yang tepat pada hari ini, Senin (16/04/2018).

Pasukan khusus yang dibentuk Mayor Idjon Djanbi (terlahir Rokus Bernardus Visser) pada 1952 ini memang dilengkapi dengan kemampuan khusus di bidang militer dan intelijen.

Menurut Nuning, sapaan Susaningtyas, seiring dengan pergeseran ancaman yang dihadapi pasukan khusus militer secara global, Kopassus TNI AD perlahan tapi pasti bermetamorfosa menjadi pasukan khusus yang tetap memiliki ketangkasan dan kehebatan khusus militer juga operasi sandi yudha tetapi lebih humanis dan strategis.

"Kemampuan intelijen sandhi yudha yang dimiliki sebagai kemampuan menghadapi perang modern dan asimetrik," tandas mantan anggota Komisi I DPR itu.

Sandi yudha sebagai suatu operasi intelijen dalam tubuh Kopassus TNI AD, ujar dia, kini dituntut lebih piawai dalam melaksanakan operasi yang bersifat pencegahan, preemptif, dan cipta kondisi.

"Terlebih, saat ini terorisme dan radikalisme merupakan ancaman faktual yang harus kita waspadai dan ditangani secara holistik hingga ke tingkat embrio," tuturnya.

Kopassus TNI AD telah berusia 66 tahun. Berbicara komando pasukan khusus ini, tidak bisa lepas dari kehadiran Komandan Teritorium III/Siliwangi, Kolonel Alex Evert Kawilarang, yang bersama teman seperjuangannya, Brigadir Jenderal TNI (Anumerta) Ignatius Slamet Riyadi, memikirkan kehadiran kesatuan berkekuatan personel kecil namun lincah dan punya kualifikasi di atas pasukan reguler guna mematahkan pergerakan pasukan-pasukan pemberontak di dalam negeri.

Pada masa itu, dasawarsa '50-an, gerakan pemberontakan di dalam negeri tidak kurang jumlahnya dan seperti susul-menyusul dengan berbagai latar belakang penyebab dan kepentingan. Adalah TNI yang ditugaskan pemerintahan Presiden Soekarno untuk menghadapi mereka. Di Teritorium III/Siliwangi, mereka menghadapi gerombolan DI/TII yang dipimpin Sekarmadji Kartosuwiryo.

Kawilarang kemudian menemukan seorang bekas perwira Korps Speciale Troepen Kerajaan Belanda, Visser, dan meminta dia menjadi pelatih "pasukan khusus" yang sedang dia bidani. Visser bersedia, sampai akhirnya terbentuklah cikal-bakal Kopassus TNI AD, yaitu sejak dinamakan Kesatuan Komando Teritorium III/Siliwangi (16 April 1952-18 Maret 1953).

Lalu Kesatuan Komando tersebut berubah nama menjadi Korps Komando Angkatan Darat (18 Maret 1953-25 Juli 1955), Resimen Para Komando Angkatan Darat (25 Juli 1955-12 Desember 1966), Pusat Pasukan Khusus AD (12 Desember 1966-17 Februari 1971), Komando Pasukan Sandi Yudha TNI AD (17 Februari 1971-26 Desember 1986), dan kemudian menjadi Komando Pasukan Khusus TNI AD sejak 26 Desember 1986 itu.

Sejak dibentuk pada 1952 hingga kini, baret yang dikenakan tetap sama, yaitu baret berwarna merah darah. Visser yang adalah veteran Perang Dunia II dan pernah terlibat pada beberapa operasi besar Sekutu, pernah memimpin pasukan ini pada 1952-1956, dengan pangkat terakhir mayor infantri.

Ratusan emak-emak melek politik penuhi Padepokan Prabowo di Hambalang
Karawang-Bekasi akan tenggelam jika Waduk Saguling ambrol
Kemunduran HAM di era Jokowi, Timses: Warisan presiden terdahulu
Sandi kritik Jokowi, Tim Kampanye Nasional: Lagi cari sensasi
Caleg PAN ogah kampanyekan Prabowo, Ma'ruf Amin: Terima kasih
Suka bangun pada jam-jam tidur? Ini penyebabnya
Bukan bunuh diri, Hitler diam-diam kabur ke Indonesia sebelum kematiannya
Ma'ruf Amin cerita sejarah sorban kesayangannya yang dilelang
Ingin perubahan, Prabowo didukung emak-emak militan
Diberikan doa khusus, Sorban Ma'ruf Amin laku 125 Juta
Jokowi masuk 500 muslim berpengaruh di dunia, ini tanggapan Tim Kampanye Nasional
Bentrok Sandiaga VS Susi, Timses Jokowi: Sandi pahami Undang-Undang dulu
Memahami peringatan Jokowi tentang cincin api
Timses Jokowi sindir soliditas PAN dukung Prabowo-Sandi
KASAD bicara Terrorist Triangle Transit di Washington
Fetching news ...