Bukan bunuh diri, Hitler diam-diam kabur ke Indonesia sebelum kematiannya

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Bukan bunuh diri, Hitler diam-diam kabur ke Indonesia sebelum kematiannya

Siapa yang tak mengenal Hitler? Sosok kejam pemimpin Nazi-Jerman yang membantai jutaan orang Yahudi pada puluhan tahun silam. Tak hanya itu, Perang Dunia II pun berkobar karena dirinya. Banyak misteri yang terjadi dalam kehidupan Hitler, termasuk kematiannya.

Hitler dikabarkan bunuh diri dengan menembakkan dirinya sendiri serta istrinya Eva Baraun memilih untuk mengigit kapsul sianida ketika mereka dikepung. Meski begitu, kematiannya tetap menjadi misteri, termasuk pemimpin Rusia Joseph Stalin, ragu kalau Hitler bener-bener mati karena bunuh diri saat tentara merah merebut berlin pada 30 April 1945.

Secara umum, kematian Hitler dan istrinya karena bunuh diri, lalu jenazah keduanya dibakar sesuai permintaan Hitler. Banyak yang percaya kalau Hitler sebenarnya tidak mati, tetapi melarikan diri. Lantas kemanakah ia pergi?

Mantan agen Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA) Bob Baer mengatakan bahwa bukti dokumen rahasia yang baru dibuka menyebutkan pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler memalsukan kematiannya, sebelum melarikan diri ke Canary Islands lewat jalur udara, sebelum tiba di Argentina.

Bob yang telah malang melintang di dunia mata-mata dan terlibat dalam aksi kotra-intelijen,  spionase di berbagai penjuru Bumi ini mengaku dokumen yang baru dirilis FBI juga menunjukkan bahwa penyelidik pada masa itu ragu bahwa diktator itu menembak kepalanya sendiri. Belakangan terkuak, fragmen tengkorak dianggap Hitler yang dipegang oleh Rusia sebenarnya milik seorang wanita muda usia di bawah 40. Sementara, Hitler meninggal pada usia 56.

Menurut dokumenter 'Hunting Hitler' yang ditayangkan History Channel, tak ada saksi mata yang bisa membuktikan bahwa sang fuhrer bunuh diri atau menemukan jasadnya di dalam bunker.

Dengan menyatukan potongan fakta yang ada, tim dalam dokumenter menyimpulkan, ada kemungkinan besar Hitler pura-pura mati dan melarikan diri lewat Bandara Templehof, sehari setelah penampilan terakhirnya di depan umum.

Banyak yang percaya bahwa sesungguhnya Hitler memang melarikan diri. Dia sempat dikabarkan tinggal di beberapa negara Eropa, lalu Amerika Selatan, dan terakhir Indonesia.

Di Indonesia, Hitler mengaku sebagai dokter dari Jerman, bernama Dokter Poch. Hal ini diperkuat oleh sejumlah fakta dan dugaan, termasuk ciri-ciri Poch yang sangat mirip dengan Hitler.

Lalu, apa alasan Hitler memilih Indonesia dalam perjalanan hidup sebelum kematiannya?

Jejak Hitler di Indonesia

Ada beberapa alasan Hitler lari ke Indonesia. Pertama, Indonesia berpenduduk muslim terbesar dan anti-Yahudi seperti dirinya. Saat itu, Hitler tengah diburu agen rahasia Yahudi dari seluruh dunia. Kedua, Hitler benar-benar menyukai Presiden Soekarno.

Dalam buku berjudul “Rahasia yang terkuak” karya KGPH Soeryo Goeritno Msc, tertulis Hitler menghembuskan nafas terakhirnya di Indonesia. Dalam buku itu, Hitler melihat Indonesia sebagai anti-barat. Soekarno sebgai pemimpin Indonesia juga tegas melawan Belanda serta Inggris, yang mencoba kembali ke Indonesia, Kedua negara itu merupakan sekutu yang juga musuh Hitler.

Pada tahun 1995, Soekarno mendirikan negara Non-Blok, dan enggan didikte Uni Soviet. Sebagai informasi, Hitler pun memerangi Rusia dan komunis. Hal inilah yang kemudian membuat Hitler terpikat dan mengagumi sosok Soekarno yang saat itu menyamar menjadi Dr. Poch. Hitler betah berjam-jam mendengar pidato Soekarno. Tak hanya itu, menurut pembantu Dr. Poch, majikannya tak mau diganggu kalau sedang mendengar Soekarno berorasi.

Bukti-bukti Hitler sebagai Dr. Poch tak hanya sampai di situ saja. Pada Harian Pikiran Rakyat tahun 1983 terdapat sebuah artikel tentang Hitler. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo, dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama ‘Hope’ di Sumbawa Besar.

Dr Sosrohusodo menceritakan pengalamannya bertemu dengan dokter tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut. Orang itu diduga Hitler.

Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal. Dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.

Kemudian tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul.

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya, yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.

Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.

Sosro mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu bergetar. Saat menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya pada istrinya yang lalu menjawab, “Ini terjadi ketika Jerman kalah di pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan padamu bahwa kau memukuli meja berkali-kali,” jelas Sulastri.

Sulastri sudah tahu mengenai peristiwa tersebut sejak beberapa tahun lalu, karena suaminya telah menceritakan kejadian-kejadian masa lalunya tersebut kepadanya.

Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal dengan Hilter.

Selama ini kematian Hitler memang sangat misterius, karena tidak ada saksi yang dapat menunjukkan dimana mayat Hitler ataupun mayat Eva Braun, istri terakhirnya pada saat di Eropa.

Di Konferensi Postdam tahun 1945, Stanlin menyatakan bahwa mayat Hitler dan Eva Braun tidak ditemukan. Stanlin menduga, dewa Nazi ini lolos dan melarikan diri ke Spanyol atau Amerika Latin.

Dan tak berapa lama ada kabar yang mengatakan Hitler kabur menggunakan kapal selam ke sebuah pulau. Tapi tidak ada yang tahu pulau apa dan dimana.

Dunia internasional sama sekali tidak menyadarinya bahwa seorang pemimpin Nazi yang sangat kejam itu bersembunyi dengan aman di Sumbawa Besar, sampai meninggal di Surabaya dan dimakamkan di pemakaman umum muslim di Ngagel.

Dituduh Megawati tak punya visi-misi, PKS: mustahil dong
Fahri Hamzah dorong pemuda keliling dunia
PKS usul kubu Prabowo-Sandi duduk bersama
PPP muktamar dukung Prabowo-Sandi
Fahri minta Prabowo tak kendor kritik Jokowi
KPK didesak periksa politisi PAN terkait percaloan anggaran daerah
Kubu Jokowi sebut tim ekonomi Prabowo lemah
Fahri Hamzah prihatin dengan kubu Prabowo
Ingin selamat, Parpol lain bisa tiru Demokrat
Kubu Jokowi: kita tak terjebak diksi kubu sebelah
Perindo nilai sosok Jokowi tak identik dengan PDIP
Parlemen Eropa minta AS batasi ekspor senjata ke Arab Saudi demi HAM
Ini kata Bamsoet soal humas Polri
Fahri Hamzah komentari seleksi CPNS di timur Indonesia yang rumit dan panjang
Archandra beber strategi jual blok migas Indonesia
Fetching news ...