Mengkuliahkan peternak ala UGM

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Mengkuliahkan peternak ala UGM

Langkah Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) menawarkan program kuliah gratis kepada para peternak di seluruh Indonesia patut mendapat apresiasi dalam rangka mewujudkan swasembada daging.

Berlangsung setengah hari, kuliah ini diharapkan mampu membekali peternak tentang teori dan praktik lapangan tentang langkah-langkah beternak hewan yang benar dan menguntungkan.

“Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Indonesia, kami berikan kuliah setengah hari itu secara gratis. Berlaku untuk peternakan seluruh Indonesia,” ujar Prof. Ali Agus, dekan Fapet UGM di Yogyakarta, Selasa (08/08/2017).

Kuliah kepada para peternak di kampung tersebut dikemas secara implementatif , sehingga peternak memiliki pemahaman yang lebih luas dalam mengembangkan usahanya. Yang menjadi fokus dalam kuliah tersebut adalah langkah-langkah meningkatkan produktivitas dan keunggulan sapi dengan ketersediaan pakan yang cukup mengandung mineral dan vitamin bagi kebutuhan sapi.

“Saya bisa bersekolah berkat sapi. Saya orang desa yang terbiasa bergaul dengan sapi, dan peternak. Oleh karena itu, kuliah setengah hari itu nantinya berupa ajang belajar bagi setiap peternak. Siapa tahu setelah peternak kuliah setengah hari di UGM, nantinya anak-anak peternak juga tertarik studi di Fapet UGM,” harap Ali.

Latihan konkret

Ali menuturkan, Fapet UGM tidak hanya membekali para mahasiswa dan praktisi di bidang hewan dengan teori-teori penting terkait dunia peternakan, tetapi juga melatih dan mempraktikkan teori tersebut kedalam wujud praktik di lapangan.

Sebagai wadah latihan dan praktik di lapangan, jelas Prof Ali, pihaknya menyiapkan bengkel ternak yang ditujukan sebagai tempat mengimplementasikan teori kedalam bentuk praktik lapangan.

“Setiap tahun, Fapet UGM mengundang masyarakat untuk kuliah setengah hari tentang peternakan. Jika ada yang berminat, dari seluruh Indonesia, kami persilahkan untuk belajar tentang pemeliharaan domba, sapi, kambing, dan hewan lainnya di Fapet UGM,” paparnya.

Prof Ali menuturkan, bengkel ternak milik Fapet UGM ditujukan untuk ‘mereparasi’ berbagai hewan yang mengalami kesakitan, atau yang mengalami kekurangan gizi. Sehingga dalam waktu beberapa lama, hewan yang dirawat pada bengkel ternak akan mengalami peningkatan kualitas fisik, dari yang memiliki fisik buruk berubah menjadi semakin baik.

2 kunci sukses beternak

Lebih jauh, Prof Ali mengungkapkan ada 2 kunci utama dalam memelihara ternak untuk menghasilkan produk unggulan. Pertama, ketersediaan bibit ternak itu sendiri. Artinya, jelas dia, semakin bibit ternak berasal dari ternak yang baik dan unggul, maka akan menghasilkan keturunan yang unggul juga.

“Di bengkel ternak itu, kami silangkan bibit-bibitnya menjadi sapi unggul. Ada sapi yang berumur 8 bulan, sudah berbobot 300-an kg. Sapi berotot banget. Jadi bibit itu kunci utama. Bibitnya bagus hasilnya pasti oke,” terang Prof Ali.

Kedua, ketersediaan pakan ternak yang bergizi dengan mengembangkan berbagai teknologi pakan menjadi lebih baik bagi hewan. Bahkan, lanjutnya, saat suasana tidak memungkinkan untuk mendapatkan rumput, Fapet UGM telah mengembangkan pakan lain seperti daun pisang dan jerami yang diberikan treatment sehingga menjadi pakan yang disukai hewan.

Selain itu, lanjut Prof Ali, pengembangan pakan ternak dilakukan tanpa menggunakan zat-zat antibiotika. Sehingga bisa dipastikan produksi ternak dari Fapet UGM bebas dari bahan-bahan kimiawi.

“Jadi yang penting adalah bibit dan pakan harus diperhatikan serius. Pengolahan pakan itu harus dipastikan bebas antibiotika sehingga hewan yang dihasilkan pun lebih menarik dan sehat,” tandas Prof Ali.

Sambutan masyarakat

Merespons undangan kuliah setengah hari di Fapet UGM bagi peternak di Kabupaten Sleman, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sleman, Husin Siswanto Husin menyambut baik. Menurutnya, tujuan pembelajaran itu untuk meningkatkan kerjasama dengan UGM, selain juga untuk menterjemahkan hasil-hasil penelitian yang ada secara konkrit kepada peternak.

“Supaya ada feedback yang terbaik bagi kelompok-kelompok peternak. Intinya, dengan kuliah setengah hari itu tujuannya agar bersama-sama membangun rakyat,” kata Husin. 

Husin mengatakan, saat ini jumlah kelompok ternak di wilayah Kecamatan Seyegan, Sleman, mencapai sekitar 100 kelompok. Sementara itu, Kecamatan Mlati sebanyak 50 kelompok, dan Kecamatan Tempel 90 kelompok.

“Harapan saya, ajakan kuliah setengah hari secara gratis di Fapet UGM itu, dapat menjadi pilot project bagi Fapet lain di seluruh Indonesia. Supaya ada praktik di lapangan yang berguna bagi para peternak secara langsung. Sekaligus menjadi ajang untuk mengimplementasikan teori-teori di dunia peternakan yang bisa diterapkan langsung di lapangan. Apalagi Fapet UGM juga mempunyai bengkel ternak. Jadi konkrit,” pungkas Husin.

Pansus angket DPR tidak benci KPK
Cara mudah memiliki kualitas tidur yang baik
32 jamaah haji wafat karena sakit jantung, Pemerintah RI harus lakukan ini
Berjuanglah sampai titik darah penghabisan!
Beranikah KPK hadir di sidang Hak Angket?
Fetching news ...